Mengenal Tera Ulang

Alat ukur yang dipakai dalam perdagangan wajib untuk dikalibrasi ulang guna menghindari adanya kesalahan ukur dan kecurangan yang tentunya merugikan konsumen. Oleh karena itu tera/tera ulang sangat penting dilakukan oleh para pelaku usaha.

TERA / TERA ULANG
A.
Pengertian tera dan tera ulang berdasarkan Undang-Undang No. 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal :
1.
Tera ialah hal menandai dengan tanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai.
2.
Tera ulang ialah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang telah ditera.
B.
Jenis-jenis tanda tera :
a.
Tanda sah
Tanda sah dibubuhkan dan atau dipasang pada alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang disahkan pada waktu ditera atau ditera ulang.
b.
Tanda batal
Tanda batal dibubuhkan pads alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang dibatalkan pada waktu ditera atau ditera ulang.
c.
Tanda Jaminan
Tanda jaminan dibubuhkan dan atau dipasang pada bagian-bagian tertentu dari alat-alat ukur, takar, timbang atau perlengkapannya yang sudah disahkan untuk mencegah penukaran dan atau perubahan.
d.
Tanda daerah
Tanda daerah dibubuhkan pada alat-alat ukur, takar, timbang atau perlengkapannya, agar dapat diketahui dimana dan oleh siapa peneraan dilakukan.
e.
Tanda pegawai yang berhak
Tanda pegawai yang berhak dibubuhkan pada alat-alat ukur, takar, timbang atau perlengkapannya, agar dapat diketahui dimana dan oleh siapa peneraan dilakukan.
 

Tanda sah dan tanda batal yang tidak mungkin dibubuhkan pada alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya diberikan surat keterangan tertulis sebagai penggantinya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tera ulang dalam daerah Rejang Lebong, para pelaku usaha dapat menghubungi Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Rejang Lebong.

Serunya Achivement Motivation Training (AMT) untuk Pelaku Industri di Rejang Lebong

Salah satu Program kegiatan Bidang Perindustrian di Tahun anggaran 2014 ini  adalah pelatihan Achievement Motivation Training (AMT) untuk pelaku industri yang bertujuan dengan memotivasi para pengusaha atau pelaku industri untuk selalu berpikir maju dan selalu siap bersaing dalam menghadapi perdagangan global yang semakin terbuka dengan keanekaragaman produk yang dihasilkan serta mengutamakan  Kualitas mutu.

Kegiatan Pelatihan AMT dilaksanakan pada tanggal 12 Mei s/d 16 Mei 2014 di hotel Griya Anggita Jl. Iskandar Ong no. 24 dibuka oleh Bpk. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kab. Rejang Lebong.

Pelaksanaan Kegiatan diisi oleh Instruktur dari Pusat ibu Retno Dewi purwo dan Instruktur dari Propinsi ibu Welga Emmalia M.Bk.Teks

 12

 

Antusian Peserta Mengikuti materi kegiatan saat pelatihan AMT :

Permainan Lempar Gelang

3 

Permainan Kertas Origami

 4

 

 

 

Permainan Bujur Sangkar

5

Permaianan Bisnis

6

Para peserta, Panitia dan instruktur Pelatihan AMT TA.2014

78

 

Punya Usaha? Yuk Urus Perizinannya

Seringkali kita dengar kegiatan usaha yang diprotes oleh Ormas-ormas atau masyarakat sekitar tempat usahannya berjalan yang menyebabkan pengusaha merugi. Hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi sebelum mendirikan kegiatan usahanya dengan masyarakat sekitar. Ini tidak akan terjadi apabila sebelum melakukan kegiatan usahanya, sang pengusaha sudah mengurus izin gangguan yang didalamnya sudah disetujui oleh tetangga sekitar dan aparat desa atau kelurahan setempat.

Hal diatas hanya salah satu contoh dari manfaat perizinan bagi kegiatan usaha. Masih banyak manfaat lain diantaranya:

v  BAGI PEMERINTAH

–          Memudahkan sewaktu-waktu dapat mengikuti secara sesama keadaan dan perkembangan sebenarnya dari dunia usaha diwilayah negara Republik Indonesia, termasuk tentang perusahaan asing dalam rangka memberikan bimbingan, pembinaan dan pengawasan atas dunia usaha serta upaya menciptakan iklim usaha yang sehat dan tertib

v  Bagi Dunia Usaha

–          Menciptakan keterbukaan antar perusahaan;

–          Memudahkan mencari mitra bisnis;

–          Mendasarkan investasi pada perkiraan yang jelas;

–          Meningkatkan kepercayaan masyarakat akan kredibilitas suatu perusahaan;

–          Mempermudah pengusaha dalam pengurusan penambahan modal

Dewasa ini pun pengurusan perizinan dipermudah dengan dipangkas birokrasinya dimana semua perizinan di tempatkan dalam satu kantor yaitu Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap.

IMG_3068IMG_3161

Demikian disampaikan Endang Usmansyah, SH, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rejang Lebong dalam Kegiatan Sosialisasi Perizinan yang dilaksanakan oleh Bidang Perdagangan pada Senin, 26 Mei 2014 di Balai Desa, Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan

Acara ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rejang Lebong, Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA), Bagian Hukum Setdakab Rejang Lebong, Kecamatan Curup Selatan dan dari Bank Rakyat Indonesia.

IMG_3074 IMG_3082

Desa Teladan sengaja dipilih sebagai lokasi kegiatan dikarenakan Desa Teladan merupakan daerah penting dimana daerah tesebut merupakan daerah penopang kegiatan perekonomian bagi kota Curup. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat pelaku usaha menjadi paham, sadar dan mengerti akan  pentingnya perizinan.

Memahami si KONCER

konsumen2bcerdas

Seringkali kita mendengar kasus-kasus yang melibatkan banyaknya penjualan atau penerapan perjanjian standar yang merugikan konsumen. Hal ini di sebabkan rendahnya tingkat kesadaran dan pendidikan hukum menambah lemahnya posisi konsumen. Untuk itu pemerintah mengesahkan Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Pemberlakuan undang-undang ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi konsumen dan lembaga perlindungan konsumen untuk memberdayakan dan melindungi kepentingan konsumen, serta membuat pelaku usaha lebih bertanggung jawab.

Konsumen cerdas (KONCER) adalah individu atau organisasi yang mampu memperhitungkan atau melihat produk secara cermat dengan mempertimbangkan beberapa faktor sebelum mengkonsumsi

Perlindungan konsumen adalah segala bentuk upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Konsumen dilindungi dari setiap tindakan produsen maupun pelaku usaha barang maupun jasa, dan setiap pihak yang berada dalam jalur perdagangan barang atau jasa ini.

Tata cara Menjadi Konsumen Cerdas

1. Teliti sebelum membeli sebuah barang.

2. Perhatikan label maupun cek dan ricek masa kadaluwarsa

3. Pastikan pada produk bertanda jaminan mutu SNI (Standar Nasional Indonesia)

4. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan